IDI RAYEUK – Eskalasi politik di Kabupaten Aceh Timur kian memanas pasca rentetan serangan verbal yang dilancarkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai NasDem, Martini, terhadap Bupati Aceh Timur, Iskandar Al Farlaky, yang merupakan kader utama Partai Aceh (PA).
Serangan yang dilayangkan secara gencar tersebut mulai dipertanyakan oleh berbagai kalangan publik. Pasalnya, narasi yang dibangun dinilai telah keluar dari koridor kritik kebijakan publik dan beralih ke ranah personal. Teranyar, tudingan mengenai dugaan perselingkuhan atau perzinaan yang dialamatkan kepada Bupati Aceh Timur menjadi puncak dari kegaduhan politik ini.
Tuduhan berat tersebut menuai polemik besar karena dinilai dilemparkan ke ruang publik tanpa disertai bukti yang sah secara hukum maupun hukum syariat yang berlaku di Bumi Serambi Mekkah.
Menanggapi fenomena ini, pengamat politik lokal menilai adanya motif politik tertentu di balik agresivitas politisi NasDem tersebut.
“Jika yang disampaikan adalah kritik atas kinerja eksekutif, itu adalah fungsi pengawasan dewan. Namun, ketika menyerang ranah privasi dengan tuduhan moral yang serius tanpa basis bukti, ini terkesan seperti pembunuhan karakter (character assassination) menjelang kontestasi politik kedepan,” ujar salah satu analisis kemasyarakatan di Aceh Timur.
Di sisi lain, simpatisan dan kader Partai Aceh (PA) menyayangkan sikap terburu-buru dan tidak berdasar tersebut. Tuduhan perzinaan merupakan hal yang sangat sensitif di Aceh yang menerapkan Syariat Islam, di mana melempar tuduhan tanpa saksi dan bukti (qadzaf) memiliki konsekuensi hukum yang serius. Publik kini mendesak agar dinamika politik dikembalikan pada adu gagasan dan program pembangunan, bukan pada penyebaran rumor yang berpotensi merusak kondusivitas daerah.
Hingga rilis ini diturunkan, pihak Bupati Aceh Timur, Iskandar Al Farlaky, tetap fokus menjalankan roda pemerintahan di tengah gempuran isu tersebut, sementara publik menanti apakah ada langkah hukum yang akan diambil terkait tudingan tanpa bukti ini.[R]








