ACEH UTARA – Musibah banjir besar yang melanda Provinsi Aceh memicu aksi solidaritas nyata dari komunitas seni lintas daerah. Kelompok Seniman Solo Raya bersama komunitas Seniman Aceh di Solo menyalurkan bantuan kemanusiaan yang dikhususkan bagi para pekerja seni yang terdampak bencana di Aceh. Penyaluran ini dikoordinasikan oleh Mas Turah dari Solo dan didistribusikan melalui Tim Relawan Dewan Kesenian Aceh (DKA).
Ketua DKA Provinsi Aceh, Dr. Teuku Afifuddin, mengungkapkan bahwa dampak banjir kali ini sangat luas dan memprihatinkan bagi ekosistem kesenian.

Tercatat ada 14 Kabupaten/Kota di Aceh yang terdampak, di mana banyak pekerja seni mengalami kerugian materiil maupun kehilangan akses berkarya.
“Bahkan di Aceh Utara, duka mendalam kami rasakan karena ada dua orang seniman yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir yang deras,” ujar Dr. Teuku Afifuddin.
Kemandirian Pengurus: Dari Kebun Gayo ke Pintu ke Pintu
Dr. Teuku Afifuddin menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan selama ini merupakan hasil kerja keras kolektif pengurus DKA, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota melalui skema donasi mandiri yang kreatif.

“Bantuan yang disalurkan selama ini berasal dari donasi dan kerja-kerja halal para pengurus. Kami melakukan gerakan pembelian cabai langsung dari kebun seniman dan petani di Gayo, yang kemudian dijual kembali oleh pengurus dari pintu ke pintu dengan skema donasi. Hasilnya dialokasikan sepenuhnya untuk membantu rekan-rekan yang terdampak,” tambahnya.
Apresiasi dan Komitmen Pemulihan
Atas mengalirnya dukungan, termasuk dari Solo Raya, Dr. Teuku Afifuddin menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Ia menilai dukungan ini sebagai penyemangat besar bagi para pekerja seni di Aceh untuk bangkit.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada rekan-rekan Seniman Solo Raya serta saudara kami Seniman Aceh di Solo. Terima kasih khusus kepada Mas Turah atas koordinasinya. Insyaallah Tim Relawan DKA terus bekerja keras menangani seniman dan kesenian pasca-bencana ini sampai kondisi pulih, sampai rapa’i kembali berbunyi Bum-Preng,” tegas Dr. Teuku Afifuddin.
Sinergi dengan DKA Aceh Utara
Dalam memastikan bantuan tepat sasaran, Tim Relawan DKA terus bersinergi erat dengan Ketua DKA Kabupaten Aceh Utara, Romi Pasla. Koordinasi ini difokuskan untuk menyisir para pelaku seni di Aceh Utara yang kehilangan tempat tinggal, peralatan seni, serta memberikan dukungan bagi keluarga seniman yang berpulang.
Sinergi antara Dr. Teuku Afifuddin dan Romi Pasla beserta seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekosistem kreatif para seniman di daerah tersebut.[R]








