Acèh Utara | Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Dr Imran telah meninjau secara langsung lahan yang direncanakan untuk lokasi hunian sementara para korban banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Dalam dua hari terakhir pejabat dari Kementerian PK itu telah meninjau sejumlah titik yang direncanakan untuk lokasi pembangunan hunian sementara kobran banjir. Demikian disampaikan oleh Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, kepada wartawan, Rabu, 10 Desember 2025.
Lokasi lahan yang ditinjau meliputi Kecamatan Lapang, Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye. Pejabat Kementerian juga meninjau lokasi lainnya. Dua di antara lahan yang ditinjau tersebut, statusnya merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
“Saya berterimakasih dan mengapresiasi gerak cepat Pak Dirjen Imran. Perhatiannya besar sekali untuk Aceh Utara, bukan hanya saat kondisi bencana seperti saat ini, tapi juga sebelum bencana banjir,” ungkap Ayahwa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.
Ayahwa menyebutkan, data sementara hingga Rabu pagi, 10 Desember 2025, sebanyak 45.040 rumah terendam banjir. Sebanyak 16.793 rusak berat, 6.134 rusak sedang dan sebanyak 15.126 rumah rusak ringan. Data itu diperbaharui secara berkala sesuai hasil pendataan di lapangan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Aceh Utara Ahmad Faisal, ST, menyebutkan bahwa pihak Kementerian akan menyiapkan dana perumahan untuk kebutuhan pemulihan bencana banjir di Aceh Utara.
Sedangkan untuk kebutuhan lahan harus disiapkan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah desa, pemerintah kabupaten/kota, provinsi atau pemerintah pusat.
“Kami terus melakukan pemetaan lokasi lahan yang cocok dan secara legalitas tidak bermasalah,” kata Faisal.[]








