LAPANG – Pemerintah Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, menggelar rapat koordinasi penting pada Minggu malam (31/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di balai gampong setempat ini memprioritaskan pembahasan evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), kepastian jadwal turun ke sawah bagi petani, serta langkah strategis peremajaan struktur kepengurusan lembaga ekonomi desa tersebut yang dijadwalkan berlangsung malam ini.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Geuchik Gampong Matang Tunong, Kasfi, didampingi Ketua Tuha Peut, Ilyas Jalil, serta Ketua BUMG, Muhammad, dan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta para petani setempat.
Geuchik Gampong Matang Tunong, Kasfi, menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap laporan laba dan rugi BUMG sangat krusial untuk memastikan keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik. Melalui momentum ini pula, struktur kepengurusan BUMG nantinya akan diremajakan demi penyegaran organisasi dan optimalisasi potensi pertanian desa.
Dalam kesempatan tersebut, Geuchik Kasfi secara khusus menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi kepada para pengurus BUMG yang selama ini telah berdedikasi.
“Saya atas nama masyarakat gampong mengucapkan ribuan terima kasih atas pengabdian yang selama ini telah diberikan dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Kontribusi dan kerja keras pengurus selama ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Kasfi dengan penuh haru.
Kepastian Jadwal Turun Sawah
Menyikapi fluktuasi musim dan demi menjaga ketahanan pangan warga, rapat tersebut juga berhasil menyepakati kalender atau jadwal bersama untuk turun ke sawah.
Ketua Tuha Peut Gampong Matang Tunong, Ilyas Jalil, menekankan pentingnya kekompakan para petani dalam mematuhi jadwal yang telah disepakati demi meminimalisir risiko serangan hama dan mengoptimalkan sistem pengairan.
“Turun sawah secara serentak adalah kunci keberhasilan panen kita. Dengan adanya ketetapan jadwal ini, koordinasi antarpetani dan pengaturan air irigasi dapat berjalan lebih efektif,” jelas Ilyas Jalil.
Tata Cara Mengelola BUMG di Bidang Pertanian / Persawahan
Sebagai bagian dari komitmen penguatan kapasitas pengurus BUMG yang baru pasca-peremajaan malam ini, rapat juga merumuskan panduan dan tata cara pengelolaan BUMG khusus di bidang pertanian agar lebih produktif serta minim risiko:
1. Pemetaan Potensi dan Kebutuhan Petani: Langkah awal adalah mendata apa yang paling dibutuhkan petani Matang Tunong, mulai dari kebutuhan pupuk, bibit unggul, hingga alat mesin pertanian (alsintan).
2. Penguatan Unit Usaha Saprotan (Sarana Produksi Pertanian): BUMG dapat bertindak sebagai penyedia utama pupuk, obat-obatan pertanian, dan bibit berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memotong jalur distribusi yang merugikan petani.
3. Sistem Penyewaan Alsintan Modern: Mengelola aset gampong seperti traktor atau combine harvester (mesin panen) di bawah unit usaha BUMG dengan tarif sewa khusus yang lebih murah untuk warga setempat.
4. Hilirisasi dan Penyerapan Hasil Panen (Off-Taker): BUMG harus hadir sebagai penyerap atau pembeli hasil panen petani dengan harga yang layak saat panen raya guna mengantisipasi permainan harga pasar.
5. Transparansi dan Digitalisasi Keuangan: Setiap transaksi dari unit usaha pertanian wajib dicatat secara berkala dan dilaporkan dalam forum resmi bersama Tuha Peut dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BUMG, Muhammad, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proses transisi dan peremajaan struktur ini agar implementasi tata kelola pertanian berbasis BUMG ke depan dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. (Alc)






