ACEH UTARA – Di tengah perjuangan warga Kabupaten Aceh Utara bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda pada November 2025 lalu, sekelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) hadir membawa harapan baru.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar, mereka fokus pada pemulihan fisik dan psikososial masyarakat.
Berlokasi di Gampong Blang Dalam Tunong, Kecamatan Nisam, mahasiswa Kelompok 24 USK ini terjun langsung untuk menyentuh aspek yang sering terlupakan pascabencana: kesehatan mental dan trauma anak-anak.
Keuchik Gampong Blang Dalam Tunong, Faryadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mereka memberikan dampak emosional yang besar bagi warga yang sedang berduka.
“Di saat desa kami dilanda musibah banjir, mereka hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat. Anak-anak kembali tersenyum dan warga merasa diperhatikan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ilmu dari kampus bisa langsung dirasakan manfaatnya di lapangan,” ungkap Faryadi.
Trauma Healing dan Rehabilitasi Lingkungan
Sebagai bagian dari program tematik, para mahasiswa menjalankan serangkaian kegiatan strategis. Salah satu fokus utamanya adalah kelas outbound trauma healing. Melalui aktivitas bermain, menggambar, dan bercerita, mereka berupaya mengalihkan rasa takut anak-anak korban bencana agar trauma banjir tidak membekas secara permanen.
Tak hanya aspek psikologis, aksi nyata di lapangan juga dilakukan dengan bergotong-royong membersihkan fasilitas publik seperti kantor desa, meunasah, hingga rumah-rumah penduduk yang terdampak material banjir.
Rahmad Al-Kautsar, salah satu peserta KKN, menuturkan bahwa pengalaman ini merupakan pelajaran hidup yang tidak didapatkan di ruang kelas. “Kami belajar arti solidaritas dan empati.
Kami ingin meninggalkan jejak kebaikan yang nyata bagi warga, bukan sekadar menggugurkan kewajiban laporan KKN,” tegasnya.
Sinergi Multidisiplin Ilmu
Kelompok 24 ini terdiri dari mahasiswa lintas jurusan yang berkolaborasi dalam penanganan bencana, antara lain:
FKIP (Bimbingan Konseling): Annisa Ulkamila, Putri Nashirah, Rendytio Satia Fachriza, dan Nur Baiti.
FKIP (Penjaskesrek): Farhan Dwi Abdila, Masri, dan Dimas Putra Rizkiansyah.
FKIP (Matematika & PGSD): Naisra Hafiza dan Tjut Naina Hanina.
Fakultas Ekonomi & Bisnis: Rahmad Al-Kautsar.
Program pengabdian ini dijadwalkan akan berakhir pada pekan depan. Meski berlangsung dalam situasi pascabencana, kehadiran mahasiswa USK diharapkan mampu menjadi katalisator bagi warga Nisam untuk pulih lebih cepat. (R)








