Jakarta – Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah menyaksikan transformasi digital yang besar dan signifikan. Langkah ini bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengupayakan peningkatan infrastruktur yang memungkinkan akses informasi lebih cepat dan lebih efisien untuk seluruh lapisan masyarakat. Salah satu indikator utama dari kemajuan ini adalah peningkatan tajam dalam kecepatan internet di seluruh negeri.
Pencapaian Luar Biasa dalam Kecepatan Internet
Ketika kita melihat ke belakang sepuluh tahun yang lalu, kecepatan internet di Indonesia berkisar pada angka 2,5 Mbps. Namun, pada tahun 2024 ini, angka tersebut telah meningkat sepuluh kali lipat menjadi 25 Mbps. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari upaya keras pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mengejar ketertinggalan dalam infrastruktur telekomunikasi.
“Artinya meningkat 10 kali lipat, kita berharap di lima tahun ke depan kita bisa mengejar (target) 100 Mbps kecepatan internet,” ungkap Menteri Budi Arie dalam Program Live Obrolan Newsroom Kompas.com yang berlangsung di Menara Kompas, Jakarta Pusat.
Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan internet di daerah perkotaan, tetapi juga untuk mengurangi kesenjangan digital yang masih ada antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia.
Tantangan dalam Pembangunan Infrastruktur
Meski mencatatkan peningkatan yang signifikan, pemerintah masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dalam hal pemerataan konektivitas internet. Cakupan yang tidak merata antara pusat perkotaan dan daerah pedesaan masih menjadi masalah yang harus diatasi. Ini terutama disebabkan oleh beberapa proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang terhenti atau tidak berjalan dengan mulus.
Menteri Budi Arie mencatat adanya proyek BTS 4G yang mangkrak sebagai salah satu kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, beliau menerima perintah langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah hukum dan teknis yang menghambat pembangunan BTS tersebut. “Masalah hukumnya tetap berjalan, sementara masalah teknis pekerjaan harus kita selesaikan,” jelasnya. Beliau menegaskan bahwa proyek BTS 4G harus terus dilanjutkan karena ini adalah hak masyarakat untuk memperoleh akses konektivitas dan sinyal yang memadai.
Upaya Pemerintah Mempercepat Transformasi Digital
Sejak menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada 17 Juli 2023, Budi Arie Setiadi langsung melakukan berbagai langkah untuk mempercepat transformasi digital. Salah satunya adalah dengan membentuk Satuan Tugas Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang bersifat lintas sektoral. Satgas ini melibatkan Kementerian Kominfo, Kementerian Keuangan, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Selain itu, koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya TNI-Polri, dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan di daerah dengan kondisi yang lebih memprihatinkan seperti di Papua. “Saat ini untuk di luar Papua sudah selesai semua, di Papua tinggal beberapa lagi yang tingkat kemajuan penyelesaiannya sudah mencapai 91%,” ungkapnya.
Tantangan Pembangunan di Papua
Papua memang menjadi salah satu focus utama dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Tantangan geografis dan kondisi keamanan membuat pembangunan di daerah ini tidak mudah. Insiden yang melibatkan pekerja proyek, seperti penembakan di Kabupaten Puncak dan teror terhadap pekerja BTS BAKTI, menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan keberanian diperlukan untuk menyelesaikan tugas ini. Meskipun demikian, Menteri Budi Arie tetap optimis bahwa dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, hambatan ini dapat diatasi.
Vandalisme Terhadap Infrastruktur Publik
Selain tantangan teknis dan keamanan, masih ada masalah vandalisme terhadap infrastruktur telekomunikasi yang telah dibangun. Pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dengan melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan. “Kita menghimbau bahwa ini kan hak-nya masyarakat untuk memperoleh akses konektivitas atau sinyal, sehingga sebagai fasilitas umum digunakan bersama oleh seluruh masyarakat sudah sebaiknya dipelihara bersama,” tandas Menteri Budi Arie.
Capaian Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi
Hingga Juni 2024, BAKTI Kementerian Kominfo telah berhasil membangun 6.663 BTS 4G yang telah beroperasi dan menyediakan 18.697 titik akses internet untuk pelayanan publik. Titik-titik ini mencakup 8.836 sekolah, 5.182 kantor pemerintah, 2.606 layanan kesehatan, 743 pusat kegiatan masyarakat, 674 tempat ibadah, 322 layanan pertahanan dan keamanan, 139 lokasi wisata, 120 pelayanan utama, dan 75 titik transportasi publik.
Melangkah ke Depan dengan Optimisme
Peningkatan kecepatan internet dan pemerataan akses informasi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk menghadapi tantangan era digital. Dengan target ambisius untuk mencapai kecepatan 100 Mbps dalam lima tahun ke depan, langkah-langkah strategis dan kolaboratif terus diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh warga negara, dari Sabang sampai Merauke, dapat menikmati manfaat dari kemajuan teknologi ini. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional sebagai negara dengan potensi digital yang besar.