Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Dayah resmi mengusulkan anggaran sebesar Rp268,2 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan keagamaan yang terdampak bencana banjir hidrometeorologi.
Langkah ini merupakan prioritas utama untuk memulihkan pusat pendidikan karakter dan agama masyarakat di Bumi Pase.
Menindaklanjuti arahan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., Dinas Pendidikan Dayah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah merampungkan pendataan kerusakan. Data ini disusun dalam dokumen Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) untuk diusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.
Rincian Kerusakan dan Kebutuhan Anggaran
Dalam Rapat Finalisasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Pendopo Bupati Aceh Utara, Rabu (21/1/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yunus, S.Hi., memaparkan skala kerusakan yang cukup masif.

Total usulan anggaran sebesar Rp268.246.550.000,- tersebut mencakup:
Sasaran Fisik: 211 lembaga Dayah/Pesantren dan 1.301 Balai Pengajian.
Fasilitas Terdampak:
Asrama santri, ruang belajar, tempat ibadah (mushalla/masjid), perumahan guru, dapur umum, perpustakaan, hingga sarana sanitasi (MCK).
Logistik Pendidikan:
Kitab kuning, Al-Qur’an, peralatan tidur, alat masak, serta pakaian santri yang hanyut atau rusak terendam banjir.
Pemulihan Lingkungan: Pembersihan material lumpur dan sisa banjir di lingkungan pendidikan.
Harapan Pemulihan Cepat
Tgk. Muhammad Yunus berharap usulan ini mendapat respons cepat dari Pemerintah Pusat melalui BNPB, Pemerintah Provinsi, maupun lembaga donor.
“Dayah adalah benteng ilmu dan iman. Meski bangunan fisik terdampak, semangat kita tidak boleh padam. Kita jadikan musibah ini momentum untuk bangkit kembali, membangun fasilitas yang lebih kokoh dan lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Muhammad Yunus.
Ia juga menekankan bahwa pemulihan Dayah bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan upaya menjaga keberlangsungan transmisi keilmuan di Aceh Utara.
“Mari kita perkuat persaudaraan dan teguhkan tekad, agar cahaya ilmu dari Aceh Utara terus menyinari negeri,” pungkasnya.
Sumber: Dinas Kominfo Aceh Utara








