Acèh Utara – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, melakukan peninjauan langsung terhadap korban bencana banjir dan longsor di Dusun Sarah Raja, Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada Sabtu (13/12).
Dalam kunjungannya, Muzani didampingi oleh Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin P. Octavianus, dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atif Latipulhayat. Rombongan tersebut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan 5.000 paket obat-obatan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Dampak Parah di Seluruh Kecamatan
Ahmad Muzani memaparkan bahwa hampir seluruh wilayah Aceh Utara terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi ini.
“Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, 25 kecamatan terdampak parah. Dua kecamatan terdampak ringan. Jadi, semua kecamatan terdampak,” kata Muzani, yang juga disaksikan oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil.
Kondisi Pengungsian Mendesak
Muzani juga menyoroti kondisi pengungsian yang masih belum memadai. Ia menyebutkan bahwa saat ini, lebih dari 100.000 jiwa belum tertampung di tempat pengungsian resmi.
“Kondisi pengungsi sekarang ada seratus ribu lebih yang belum tertampung di penampungan,” tegasnya. Para pengungsi saat ini terpaksa berlindung di rumah-rumah tetangga, sanak saudara, dan gedung-gedung sekolah.
Data Korban dan Kerusakan dari Pemerintah Daerah
Juru bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, merilis data terkini hingga Sabtu (13/12) yang menunjukkan skala bencana:
Total Korban Terdampak: 418.109 jiwa.
Pengungsi: 69.029 jiwa atau 17.896 KK yang tersebar di 139 titik pengungsian.
Korban Jiwa: Bencana ini telah menyebabkan 159 orang meninggal dan 6 orang dinyatakan hilang.
Dampak pada Infrastruktur Pelayanan Publik:
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas pelayanan publik, meliputi:
Sekolah: Sebanyak 383 unit sekolah terdampak.
Puskesmas: 27 unit Puskesmas mengalami kerusakan, dengan rincian 22 rusak berat dan 5 rusak ringan.
Pustu (Puskesmas Pembantu): Sebanyak 81 unit Pustu dilaporkan rusak berat dan ringan.
Bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerugian material dan korban jiwa yang signifikan, menjadikan Aceh Utara memerlukan perhatian dan bantuan segera dari berbagai pihak.[R]








