Aceh Utara | 4 Desember 2025 — Pernyataan Bupati Aceh Utara mengenai ketidaksanggupan Pemerintah Daerah dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut bukanlah dimaksudkan sebagai sikap melepaskan tanggung jawab sebagai pimpinan daerah.
Sebaliknya, pernyataan ini merupakan informasi dan seruan tegas kepada Pemerintah Pusat bahwa dampak bencana yang terjadi sangat luar biasa dan membutuhkan intervensi skala nasional.
Bupati menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin akan terus berlanjut hingga kondisi masyarakat pulih dan membaik.
Saat ini, bencana yang melanda telah menyebabkan banyak saudara-saudara kita mengalami kondisi yang kritis, mulai dari minimnya makanan, pakaian, kesehatan yang memburuk, hingga kehilangan rumah dan harta benda.
Seruan Persatuan dan Gotong Royong
Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Aceh Utara menyerukan agar semua pihak lebih kokoh mengikat diri dalam bingkai Keacehan untuk bergotong royong membantu korban.
Lebih dari itu, ia menyerukan agar semua pihak bersama-sama menyuarakan kepada Pemerintah Pusat bahwa musibah ini:
“Bukanlah musibah kita sendiri, melainkan Musibah Negara, Musibah Anak Bangsa yang hajat hidupnya ditanggung Negara.”
Pemerintah daerah berharap, dengan persatuan, kita dapat secara bersama-sama menyuarakan kepedihan korban agar Negara dapat menyahuti dengan tanggapan yang cepat dan tepat, sehingga pemulihan dapat terjadi lebih cepat.
Bupati juga menyesalkan adanya pihak-pihak yang justru saling menghujat dan menampilkan narasi kebencian di tengah kondisi bencana, yang hanya akan menyebabkan perpecahan.
“Kami bersama Pemerintah Aceh Utara terus melakukan yang terbaik, mengupayakan banyak hal yang bisa dilakukan sehingga kepedihan kita segera membaik. Mohon doanya,” tutup rilis tersebut.
Sumber: Zubir HT








